” Janganlah seorang pun
menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi
orang-orang percaya dalam perkataanmu dalam tingkah lakumu, dalam
kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu,,” ( 1 Tim 4:12 )…
Kutipan ayat ini sungguh memiliki makna
yang dalam khususnya bagi kaum muda. banyak sekali ungkapan bahwa kaum
muda hanyalah seorang pemula, tidak berpengalaman, hanya ingin
senang-senang saja dan masih banyak sekali pandangan-pandangan miring
lainnya tentang mereka yang muda, seolah-olah mereka yang lebih “tua”
atau lebih senior adalah yang paling pandai dan banyak sekali
berpengalaman.. tetapi disini bukan saatnya untuk menghakimi
mana yang lebih pandai dan berpengalaman.. tua dan muda adalah anugerah
yang terindah dari Sang Pencipta..

Beberapa hari yang lalu saya dan Pst.
Harold, OAD ( prior of the House Biara OAD ) menghadiri retret Kaum muda
Komunitas Tritunggal Mahakudus di Villa Pranata lembang, kegiatan ini
diikuti kurang lebih 40 orang peserta. Dalam acara tersebut yang
berlangsung selama 3 hari dengan mengambil tema menjadi terang bagi sesama.
Kegiatan tersebut diisi dengan adorasi, sharing pengalaman, Perayaan
Ekaristi dan perkenalan tentang KTM. Hal yang menarik adalah bagaimana
keterlibatan kaum muda dalam acara tersebut. Biasanya kalau sudah ada
acara tentang hal-hal kerohanian, mereka yang masih muda rasa-rasanya
enggan untuk hadir… ada saja alasannya mungkin kegiatannya monoton,
gampang buat ngantuk, membosankan, sibuk, dan sebagainya.
Kegiatan rohani tidaklah monoton, tidak membosankan, tidak membuat gampang ngantuk..
Dalam kebersamaan segala kegiatan kerohanian, kaum
muda dapat bergembira dimana bisa saling bersharing pengalaman,saling
meneguhkan, saling menjalin persahabatan, dan tentunya dapat melayani
Sang Mahatinggi dengan penuh semangat. maka disini tidak ada
lagi istilah membosankan dan monoton, namun yang ada adalah sukacita dan
kegembiraan melayani yang Mahatinggi melalui pelayanan terhadap sesama,
baik dalam komunitas, keluarga maupun tempat dimana kita tinggal.
Ekaristi sebagai landasan yang kokoh..
Dari seluruh rangkaian kegiatan retret
tersebut hal yang terpenting dan terutama adalah Ekaristi. Ekaristi
merupakan ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Yesus yang hadir. Dalam Ekaristi, kita bersukacita, melambungkan pujian, dan syukur atas anugerah penebusan ( Surat Gembala PembukaanThn Ekaristi ). Ekaristi memanggil kita untuk menjadi harapan bagi mereka yang putus asa dan menjadi terang bagi mereka yang bimbang ( Surat Gembala PembukaanThn Ekaristi ).
Inilah pula yang dihidupi oleh kaum muda Komunitas Tritunggal
Mahakudus. Mereka menempatkan Ekaristi sebagai dasar yang kuat bagi
seluruh pelayanan, bagaimana mereka dengan sungguh-sungguh dan
bersukacita mewujudkan kehadiranNya dengan melayani sesama dengan penuh
kasih.
KObarkan Semangat Mudamu,,
Kobarkan semangat mudamu untuk melayani
Sang Mahatinggi melalui karya bagi sesama dalam hidup ini dengan penuh
kesetiaan dan kasih.. Janganlah merasa rendah diri sebagai kaum muda.
Tunjukkan kreativitas kita sebagai kaum muda untuk menjadikan cerah
hidup ini.. Tidak ada lagi kata bosan dan monoton. Berikan yang terbaik
bagi keluhuran namaNya.
MaknaHidup :
Bagi diriku saat ini yang menjalani hidup
membiara,rupa-rupanya pengalaman kebersamaan dalam retret Kaum muda KTM
memberikan kebahagiaan tersendiri dan semakin memperteguh hidup
panggilanku. aku merasa termotivasi dalam panggilanku dengan melihat
bagaimana mereka dengan kesungguhan hati dan penuh sukacita melayani
sesama tanpa memandang perbedaan. Dan menempatkan Ekaristi sebagai
pondasi yang kuat bagi seluruh karya pelayanan..
Sukses selalu dan semakin semangat dalam karya pelayanan,,,
” Laudate dominum, Laudate Dominum Omnes Gentes… alleluia “
Salam dan doaku,
Tuhan memberkati
Fr. S.C Setyo K
Biara OAD – Cisarua Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar